Tabanan

SMSI dan BYD Gelar Penglukatan Banyupinaruh Massal

Tabanan | suaratabanan.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tabanan kembali menggelar Penglukatan Banyupinaruh Massal di Pantai Abian Kapas, Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (7/9) ini merupakan hasil sinergi SMSI Kabupaten Tabanan dengan Yayasan Bhakti Yoga Dharma (BYD) dalam memperkuat literasi keagamaan dan pelestarian tradisi Hindu.
Penglukatan Banyupinaruh tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua, setelah pelaksanaan perdana pada tahun sebelumnya mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ratusan peserta yang terdiri dari pelajar SD, SMP, serta masyarakat umum memadati Pantai Abian Kapas untuk mengikuti prosesi penyucian diri usai Hari Raya Saraswati.

Kegiatan dibuka oleh Bupati Tabanan yang diwakili Plt. Asisten II Setda Tabanan, I Gusti Agung Rai Dwipayana. Turut hadir perwakilan Anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Made Muskada, Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Dewa Made Paramantara, Camat Selemadeg Timur I Wayan Sudiarya, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Prosesi penglukatan dipuput oleh dua sulinggih, yakni Ida Rsi Agung Wita Darma dari Griya Tegal Mengkeb dan Ida Pandita Manik Mas dari Griya Bajra, sehingga rangkaian upacara berlangsung khidmat dan penuh makna spiritual.
Ketua SMSI Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa, mengatakan bahwa selain menjalankan program organisasi di bidang media, SMSI juga berkomitmen menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui pendekatan literasi, budaya, dan kemanusiaan.

Menurut Ariasa, SMSI Kabupaten Tabanan memiliki tiga program unggulan, yakni Praktik Baik Literasi Media, Literasi dan Pengabdian Yadnya, serta Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan.
“Astungkara seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan sesuai agenda. Program Kampanye Praktik Baik Literasi Media rutin kami laksanakan setiap bulan, sedangkan Program Literasi dan Pengabdian Yadnya diselenggarakan secara berkala, baik bulanan maupun setiap satu wuku atau 210 hari,” ujarnya.

Ariasa menambahkan, SMSI Kabupaten Tabanan menjadi satu-satunya organisasi SMSI di Indonesia yang memiliki badan khusus untuk mengelola program-program sektoral, yakni Badan Literasi Media Nayaka Tattwa.
“Badan ini diperkuat oleh sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya, mulai dari budayawan, psikiater, praktisi hukum, hingga tokoh agama. Kami berharap keberadaan badan ini mampu memperkuat peran SMSI dalam membangun masyarakat yang cerdas, berbudaya, dan memiliki literasi yang baik,” pungkasnya.