Tabanan – Tradisi ngayah dan tangkil ke Pura Kawitan selalu menjadi momen yang dinanti oleh Pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan (PSNKK). Menjelang pelaksanaan pujawali, suasana kebersamaan dan semangat gotong royong mulai terasa, bahkan jauh sebelum hari puncak persembahyangan.
Setiap menjelang Pujawali di Pura Dalem Kawitan Pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan yang berlokasi di Selukat, Desa Keramas, Kabupaten Gianyar, berbagai grup WhatsApp keluarga besar PSNKK selalu dipenuhi diskusi hangat. Beragam informasi dibagikan, mulai dari persiapan upacara, jadwal ngayah, koordinasi keberangkatan, hingga ajakan untuk bersama-sama tangkil ke Pura Kawitan.
Antusiasme yang sama juga tampak menjelang Pujawali di Pura Petilasan Shri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama Uttungga Dewa di Desa Pakis, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pujawali tahun ini akan dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Karo, Rabu, 29 Juli 2026, sehingga para pratisentana dari berbagai daerah telah mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti rangkaian persembahyangan dan ngayah bersama.
Bagi Pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan, ngayah bukan sekadar membantu jalannya yadnya, melainkan merupakan wujud bhakti tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan penghormatan kepada leluhur. Melalui semangat ngayah, nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa memiliki terhadap warisan leluhur terus dipupuk dari generasi ke generasi.
Demikian pula dengan tangkil ke Pura Kawitan. Perjalanan yang harus ditempuh, termasuk menuju Desa Pakis di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tidak mengurangi semangat pasemetonan untuk hadir memohon tuntunan, keselamatan, dan kerahayuan.
Ketua Umum Pengurus Pusat Pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan (PPSNKK), I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, mengajak seluruh pasemetonan untuk memanfaatkan momentum Pujawali sebagai sarana meningkatkan sraddha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan penghormatan kepada leluhur.
“Pujawali bukan sekadar agenda persembahyangan tahunan, tetapi merupakan momentum memperkuat ikatan spiritual dan kekeluargaan. Mari kita hadir dengan hati yang tulus untuk ngayah dan tangkil, karena dari sinilah nilai-nilai kebersamaan sebagai pasemetonan terus terpelihara,” ujarnya.
Momentum ini sekaligus menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antarsesama Pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan dari berbagai daerah.
Selain sebagai sarana persembahyangan, pujawali juga menjadi media pewarisan nilai-nilai sejarah dan spiritual kepada generasi muda. Mereka diajak mengenal perjalanan leluhur, memahami akar silsilah, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap jati diri sebagai bagian dari Pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan.
Sementara itu, Wakil Koordinator Humas PPSNKK Pusat, I Wayan Ariasa, mengatakan bahwa tingginya antusiasme pasemetonan terlihat dari berbagai diskusi dan koordinasi yang berlangsung di grup-grup WhatsApp menjelang pelaksanaan pujawali.
“Hampir setiap hari grup WhatsApp pasemetonan dipenuhi koordinasi. Ada yang berbagi informasi keberangkatan, jadwal ngayah, hingga saling mengingatkan untuk hadir bersama keluarga. Ini menunjukkan bahwa rasa memiliki terhadap Pura Kawitan dan warisan leluhur masih sangat kuat,” kata Ariasa.
Ia berharap semangat tersebut terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka semakin mengenal sejarah, silsilah, serta nilai-nilai luhur Pratisentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan.
Di sisi lain, Koordinator Seksi Transportasi PPSNKK Pusat, I Gede Suardana, memastikan seluruh persiapan keberangkatan pasemetonan menuju Pura Petilasan Shri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama Uttungga Dewa di Desa Pakis, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terus dimatangkan.
“Kami terus melakukan koordinasi agar perjalanan pasemetonan berjalan tertib, aman, dan lancar. Harapan kami seluruh rombongan dapat tangkil tepat waktu sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian Pujawali yang akan dilaksanakan pada Purnama Karo, Rabu, 29 Juli 2026, dengan penuh khidmat,” ujar Suardana.
Dengan semangat ngayah dan tangkil yang terus terjaga, Sudarsana berharap pelaksanaan Pujawali pada Purnama Karo, Rabu, 29 Juli 2026, di Pura Petilasan Shri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama Uttungga Dewa dapat berlangsung lancar, penuh khidmat, serta membawa kerahayuan bagi seluruh pasemetonan. (*)

















