
Tabanan, suaratabanan.id – Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Komang Gede Sanjaya terus berupaya melakukan inovasi guna meringankan beban masyarakat dalam pelaksanaan upacara adat, khususnya upacara Ngenteg Linggih yang menggunakan tingkatan upakara Menawa Ratna.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sanjaya saat menerima sejumlah tokoh adat dari Kecamatan Selemadeg Barat di Kantor Bupati Tabanan, Selasa (10/03/26).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh krama adat dari Desa Adat Cepaka, Desa Lumbung, serta Desa Mundeh Kangin. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan gagasan untuk menyediakan sarana upakara Menawa Ratna yang dapat digunakan bersama oleh desa-desa adat yang akan melaksanakan upacara Ngenteg Linggih dengan tingkatan tersebut.
Menurutnya, sarana upakara Menawa Ratna biasanya hanya digunakan saat pelaksanaan Ngenteg Linggih, sehingga masyarakat seringkali harus bersusah payah membuatnya sendiri meskipun penggunaannya tidak sering. “Kami melihat masyarakat harus bekerja keras menyiapkan sarana Menawa Ratna, padahal penggunaannya hanya saat upacara Ngenteg Linggih. Karena itu pemerintah hadir untuk membantu, agar beban krama adat bisa lebih ringan tanpa mengurangi kesakralan upacara,” ujar Bupati Sanjaya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan akan menyiapkan sarana Menawa Ratna yang bisa dipinjam dan dimanfaatkan oleh desa adat yang membutuhkan. “Di Pemkab Tabanan sudah ada dua sarana Menawa Ratna. Saya harap Pak Sekda agar mellakukan pengadaan tambahan, sehingga nantinya bisa dimanfaatkan oleh desa adat yang melaksanakan Ngenteg Linggih dengan tingkatan Menawa Ratna,” tambahnya.
Bupati Sanjaya berharap langkah ini dapat menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah dalam menjaga tradisi dan adat istiadat Bali, sekaligus membantu masyarakat agar pelaksanaan upacara adat tetap berjalan dengan baik tanpa memberatkan krama adat.
Para tokoh adat dari Selemadeg Barat pun menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka menilai kebijakan ini sangat membantu desa adat dalam melaksanakan upacara besar seperti Ngenteg Linggih, sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya Bali.

















