Badung

Jelang HUT Ke-22 Baladika Gelar Pra HUT

Angkat Tema Baladika Bali Merawat Pertiwi

Badung, suaratabanan.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22, jajaran Pengurus Baladika Bali Angunggah Shanti menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung pada Rabu (04/02/2026) di Jro Taman Bali, Tegaljaya, Kabupaten Badung.

Rakor ini bukan sekadar agenda seremonial, namun menjadi ruang konsolidasi internal sekaligus refleksi peran organisasi dalam merespons persoalan sosial dan lingkungan di Bali.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh seluruh Pengurus DPD Pusat, Pengurus DPC kabupaten/kota, serta Satgas Baladika se-Provinsi Bali.

Dalam forum itu, pengurus pusat mengumumkan revisi struktur kepengurusan DPD Pusat serta mematangkan rencana pelaksanaan peringatan Pra HUT ke-22 yang akan digelar serentak di masing-masing kabupaten.

Ketua Umum DPD Pusat Baladika Bali Angunggah Shanti, Bagus Alit Sucipta, menegaskan bahwa peringatan hari ulang tahun organisasi bukan semata perayaan usia, melainkan momentum evaluasi diri dan penguatan komitmen sosial.
“HUT ini adalah momen refleksi. Kami ingin memastikan Baladika tetap hadir melalui kegiatan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di bidang sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut, isu lingkungan menjadi perhatian serius. Bagus Alit Sucipta turut menanggapi pidato Presiden RI Prabowo Subianto saat Rapat Kerja Nasional di Jakarta yang menyinggung persoalan kebersihan lingkungan dan sampah.

Menurutnya, pernyataan Presiden tidak dapat dimaknai sebagai sentilan, melainkan sebagai acuan bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, khususnya wilayah pesisir.
“Apa yang disampaikan Presiden adalah pengingat. Ini relevan dengan kondisi Bali, terutama Badung bagian barat yang setiap musim angin barat selalu menerima kiriman sampah dari laut,” jelasnya.

Fenomena penumpukan sampah kiriman saat musim angin barat di sepanjang pesisir Badung telah lama menjadi persoalan tahunan. Sampah laut yang terbawa arus kerap menumpuk di bibir pantai, mengganggu ekosistem, aktivitas nelayan, hingga citra pariwisata Bali. Namun persoalan ini dinilai belum sepenuhnya tertangani secara sistematis.

Baladika, sebagai organisasi kemasyarakatan, mengklaim telah lama terlibat langsung dalam penanganan persoalan sampah tersebut. Tidak hanya pada momentum tertentu, aksi bersih-bersih pantai disebut dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Kami sudah terbiasa menangani sampah. Ini bukan kegiatan musiman atau sekadar seremoni ulang tahun, tapi dilakukan secara konsisten,” tegas Alit Sucipta.

Pada peringatan Pra HUT ke-22, Baladika mengusung tema “Baladika Bali Merawat Pertiwi”, yang mencerminkan kepedulian terhadap kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab sosial organisasi.

Sebagai pembuka rangkaian Pra HUT, Baladika Badung, Denpasar, dan Tabanan dijadwalkan menggelar gerakan bersih-bersih pantai di Pantai Kedonganan pada Sabtu (07/02/2026). Kegiatan ini melibatkan pengurus, satgas, dan kader Baladika lintas kabupaten.

Meski aksi sosial ini mendapat apresiasi, sejumlah pihak menilai bahwa persoalan sampah pesisir membutuhkan sinergi yang lebih luas antara pemerintah, masyarakat, pelaku pariwisata, dan organisasi kemasyarakatan. Tanpa kebijakan hulu dan pengelolaan sampah yang tegas, aksi bersih pantai dikhawatirkan hanya menjadi solusi sementara.

Rakor Baladika Bali kali ini menandai upaya internal organisasi untuk tidak hanya merayakan usia, tetapi juga menegaskan posisi mereka dalam isu-isu strategis Bali, khususnya krisis lingkungan yang kian nyata di kawasan pesisir. (Ari)