TABANAN, SUARATABANAN.ID – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, resmi terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Kabupaten Tabanan masa bhakti 2026–2031.
Dirga terpilih secara aklamasi dalam Rapat Anggota Pengurus Cabang PPTI Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Ruang Rapat Jayaning Singasana, Kantor Bupati Tabanan, Selasa (27/1/2026).
Selain menetapkan ketua baru, rapat anggota juga kembali mempercayakan I Nyoman Wirna Ariwangsa sebagai Ketua Dewan Pengawas PPTI Cabang Tabanan untuk periode mendatang.
Ketua Panitia, I Gusti Ngurah Agus Anita Hambarsika, menjelaskan bahwa rapat anggota dihadiri oleh pengurus anak cabang PPTI se-Kabupaten Tabanan.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan laporan pertanggungjawaban program kegiatan serta laporan keuangan Badan Pengurus PPTI Cabang Tabanan masa bhakti 2021–2026.
“Rapat anggota ini merupakan forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih Badan Pengurus dan Ketua Badan Pengawas untuk masa bhakti 2026–2031,” jelasnya.
Dengan terpilihnya I Made Dirga secara aklamasi, pimpinan sidang langsung menunjuk Dirga sebagai ketua formatur guna menyusun struktur kepengurusan PPTI Cabang Tabanan yang baru.
Sejumlah nama yang masuk dalam formatur antara lain I Nyoman Wirna Ariwangsa, I Wayan Ariasa, I Gusti Ngurah Agus Anita Hambarsika, dr. Arya Putra Manuaba, I Gusti Made Arya Suyasa, dan I Nyoman Sukayasa.
Dalam sambutannya lewat zoom, I Made Dirga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran PPTI dalam mendukung program pemerintah daerah dan nasional dalam upaya pemberantasan tuberkulosis.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ke depan, PPTI Cabang Tabanan harus semakin bersinergi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam menekan angka kasus TBC di Tabanan,” ujar I Made Dirga.
Menurutnya, tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan edukasi, deteksi dini, serta pendampingan pasien agar pengobatan dapat tuntas.
“Penanggulangan TBC tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat agar upaya eliminasi TBC bisa berjalan optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris PPTI Provinsi Bali, Ida Bagus Pancima, yang membuka secara resmi rapat anggota tersebut, berharap kepengurusan baru PPTI Cabang Tabanan dapat bekerja lebih progresif dan inovatif dalam menjalankan program-program organisasi.
“Kami berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan program yang sudah berjalan dengan baik serta menghadirkan terobosan-terobosan baru dalam upaya pemberantasan TBC di daerah,” ungkapnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PPTI Cabang Tabanan diharapkan semakin solid dan berperan aktif dalam mendukung target eliminasi tuberkulosis, khususnya di Kabupaten Tabanan.























