BALITABANAN

Sambut Pengurip Gumi Warga Jegu Ngurug Lubang, Wijaya; Pemilihan mare ngenyor

EDITOR ; I WAYAN ARIASA KEPAKISAN

PENEBEL, SUARATABANAN.ID – Takut merenggut korban lebih banyak, Krama Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan urug lubang yang menganga disepanjang jalan di Desa tersebut. Bahkan aktivitas yang baru saja diposting ( Senen, 27/01/20) dilinimasa group FB Suara Tabanan sontak direspon para netizen.

I Nyoman Winata misalnya. Dia mengaku pernah memiliki pengalaman saat melintasi jalan tersebut. Tepatnya di Banjar Tegal sekitar pohon beringin besar. Saat melewati jalan tersebut dengan mengendarai mobil dia tidak tau kalau disekitar sana ada lubang besar menganga. Akibanya velg mobil yang dikendarainya pecah.

“Suksma semeton Jegu, mogi ten velg mobil tyang malih belah ditu”. Ujar Winata mengucapkan terimakasih atas kepedulian Krama Jegu mengurug lubang yang telah lama menganga di jalur perlintasan Meliling – Jegu itu.

Sebagian netizen lainnya lebih banyak menyoroti kinerja aparat baik di legeslatif maupun eksekutif.  “Weeee Pak Dewan kemo dengokin jep…..pang de inget di ngalih suara gen kemo ke Jegu”. Seru Suarka I Nyoman dalam komentarnya.

“Jawet menang kalah…pasti sing ade nak rungu bin….be je meken pemilihan mare ye ngenyor”. Papar Gusti Made Wijaya.

I Ketut Sumardika berharap pemimpin harus siaga terhadap masyarakatnya bukan justru sebaliknya. Yaitu bukan melayani tapi minta dilayani. “ Milih pemimpin yang peduli turun ke masyarakat. Tahu kesulitan di desa jadi pemimpin minta dilayani bukan melayani”. Tulisnya.

Salah satu warga Jegu I Gede Artawan kepada suaratabanan.id memaparkan aksi urug lubang yang dilakukan oleh komunitas yang menamakan diri “Suka Duka Kepehan Memiut” adalah sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan diruas jalan tersebut.

“Jalur ini tergolong cukup ramai, terlebih sekarang ada Upacara Pengurip Bumi di Pura Batukaru”. Papar I Gede Artawan.

Dengan semakin memadatnya arus lalu lintas warga maupun pemedek, pihaknya tidak mau disana terjadi hal yang tidak diinginkan. Makanya komunitas “Suka Duka Kepehan Memiut” berinisiatif mengurug lubang yang berdiameter sekitar satu meteran itu dengan sisa-sisa beton bangunan di Pura Puseh.

“Semoga aksi preventif yang kami lakukan mendapat perhatian dari pihak terkait. Sehingga salah satu jalan yang merupakan poros utama menuju Pura Batukaru layak untuk dilewati dengan aman”. Kilah Artawan penuh harap.

STCom News Network

Tinggalkan Balasan