BALI

PMKRI Cabang Denpasar : Tarik Militer Dari Papua

DENPASAR, SUARATABANAN.ID – Sekian lama ketika indonesia telah melewati pesta demokrasi, akhirnya secara resmi negara kita telah memiliki wakil rakyat yang baru. Tepat di hari kesaktian Pancasila 01 Oktober telah secara resmi dilantik Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Daerah. Tentunya dengan wakil rakyat yang baru harapan baru dari rakyat juga harus bisa tercapai. Tepat di hari ini Indonesia berada dalam situasi bahagia dan duka. Ketika wakil-wakil rakyat yang baru telah dilantik, polemik di negeri ini belum juga usai, mulai dari problem UU KPK, RKUHP dan revisi undang-undang lainnya sampai masalah kerusuhan di Wamena.

Melihat situasi tersebut Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar Sanctus Paulus Periode 2019-2020, Mengucapkan Selamat atas dilantiknya Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Daerah periode 2019-2024. Ucapan selamat tidak saja cukup selain menaruh harapan kepada Perwakilan Rakyat yang baru dengan harapan agar dapat segera menyelesaikan polemik yang terjadi di negeri ini, karena mereka adalah saluran aspirasi masyarakat.

Dalam pantuan media, PMKRI Cabang Denpasar menyampaikan beberapa tuntutan yang sekiranya bisa diselesaikan antara lain :

  1. Meminta Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa dan memutuskan sidang gugatan UU KPK dengan arif, bijaksana dan seadil-adilnya.
  2. Meninjau kembali pasal-pasal kontroversi dalam RKUHP.
  3. Menarik sebagian militer di Papua, dan memperbanyak tenaga pengajar, fasilitasi kesehatan dan pemerataan pendidikan.
  4. Menyelesaikan masalah-masalah di Papua dengan menggunakan pendekatan Humanis.
  5. Mengusut tuntas kasus pembakaran hutan dan lahan.
  6. Mendesak aparat kepolisian untuk segera menyelesaikan kasus penembakan mahasiswa di kendari

Dengan semangat Pancasila dan nasionalisme yang tepat dengan hari pelantikan wakil rakyat, sekiranya beberapa tuntutan tersebut dapat dilaksanakan dengan harapan dan tujuan bersama yaitu demi kepentingan rakyat Indonesia.

MPT-IAN/RED

STCom News Network

Tinggalkan Balasan