NASIONAL

Hati – Hati Politisasi Aksi Nasional Buruh Menolak RUU Cipta Kerja

Pernyataan Pers
Labor Institute Indonesia

Hati – Hati Politisasi Aksi Nasional Buruh Menolak RUU Cipta Kerja

Jakarta, 4 Oktober 2020 – Labor Institute Indonesia atau Institute Kebijakan Alternatif Perburuhan Indonesia mengingatkan kepada serikat Pekerja/Serikat Buruh yang akan melakukan aksi nasional pada tanggal 6 sd 8 Oktober 2020 untuk berhati – hati akan politisasi aksi buruh untuk menggagalkan omnibus law.

Labor Institute Indonesia khwatir aksi nasional buruh tersebut akan dibelokkan untuk tujuan politik tertentu.

Sebagaimana catatan yang dihimpun Labor Institute Indonesia,
Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) pimpinan Gatot Nurmantyo dan tokoh oposisi pemerintah mendukung aksi unjuk rasa nasional buruh tersebut.

Labor institute Indonesia memprediksi bisa saja kelompok KAMI tersebut akan ikut bersama sama dengan para buruh untuk melakukan aksi didepan istana maupun di depan Gedung MPR/DPR Ri.

Kemudian menurut pengamatan Labor Institute
Kelompok dan dukungan buruh/pekerja akan aksi nasional tersebut sudah terpecah.

Menurut pemantauan Labor Institute Indonesia sebagian besar atau lebih kurang 75 % buruh/pekerja tidak setuju akan aksi unjuk rasa Nasional tersebut karena ancaman Kehilangan Pekerjaan(PHK). Apalagi PHK sudah cukup massive karena pandemi covid 19. Belum lagi ancaman kluster baru covid 19 dikalangan pekerja/buruh ketika aksi unjur rasa nasional tersebut digelar.

Untuk itu Labor Institute Institute Indonesia menghimbau agar rencana Unjuk Rasa nasional tersebut harus diantisipasi akan politisasi oleh para oknum untuk memperkeruh insatabilitas sosial politik nasional.

Wasallam,

Andy William Sinaga
Sekretaris Eksekutif Labor Institute Indonesia
Hp.081317126166

Editor : Ade Dame Kondel

STCom News Network

Tinggalkan Balasan